Tuesday, June 8, 2010

Jangan Abaikan Kolong Mobil


Dalam pemeriksaan rutin, kolong mobil acapkali kurang mendapat perhatian. Barangkali lantaran posisinya ada di bawah. Padahal, bagian kolong inilah yang paling mudah diterpa kotoran yang dapat menyebabkan kerusakan.
            Untuk itu, kolong mobil perlu dirawat dan dijaga kebersihannya secara rutin. Mulailah dengan memeriksa bagian bawah mesin. Lindungilah bagian bawah mesin. Lindungilah bagian bawah mesin dengan pelindung berupa deker dari pelat atau akrilik.
            Kemudian perhatikan knalpot dari header hingga bagian ujung. Periksalah bagian sambungan pipa dan tabungnya. Caranya dengan mengetuk keras secara berulang. Knalpot perlu diperbaiki segera bila terdapat karat yang berguguran.
            Kondisi dek juga perlu diamati, terutama untuk mencegah berkarat dan berlubang. Sangat berbahaya menaiki mobil yang deknya banyak karat dan lubang. Gas buang CO2 akan masuk ke kabin.
            Saluran pembuangan air dan karet sepanjang bodi harus pula diperiksa. Jika ada yang rusak pada bagian ini, maka air akan merembes ke dalam kabin. Yang tak kalah penting gardan dan tutup oli, terutama karena rawan mengalami longgar akibat benturan.
            Komponen lainnya yang perlu dicek yakni crossember yang rentan karat atau keropos akibat tetesan air radiator. As kopel dan cross joint, serta per atau pegas juga jangan dilupakan. Ikatan antar pegas harus kuat. Disarankan bagian ini diolesi solar untuk mencegah suara berdecit.
            Last but not least, ujilah masing-masing dudukan sokbreker, terutama mur dan bautnya dengan cara menjalankan mobil. Kalau dudukannya bergeser saat mobil bergerak artinya Anda harus segera mengencangkan mur.

Kompas/Klasika/Sabtu, 15 November 2008

Monday, June 7, 2010

Agar Lebih Nyaman Saat Mengemudikan Motor

Sebagai solusi akan moda trasportasi yang mampu menembus kemacetan, motor memang cukup menjanjikan. Sayangnya tak semua motor mampu memberikan kenyamanan kepada pengemudi dan penumpang jika dipakai untuk jarak jauh – lebih dari 1 jam.

Padahal bagi mereka yang tinggalnya di pinggiran kota, mengemudikan motor jarak jauh selama berjam-jam sudah jadi ’makanan’ sehari-hari. Ujung-ujungnya begitu sampai di tempat tujuan pinggan terasa pegal dan kaki terasa kaku.

Agar saat mengemudikan motor jarak jauh terasa lebih nyaman, ada beberapa tip yang mungkin berguna. Antara lain adalah:

  1. Carilah jalan alternatif untuk menghindari kemacetan lalu lintas.
  2. Gunakan pakaian, jaket, sarung tangan, sepatu, serta helm yang nyaman di tubuh. Dengan perlengkapan yang nyaman di badan, mengemudi motor akan terasa jauh lebih enak.
  3. Saat lampu merah menyala, manfaatkan waktu yang singkat itu untuk sekedar merentangkan kaki dan melemaskan otot-otot di pinggang. Sedikit banyak hal ini akan membantu meregangkan otot.
  4. Jika tak diburu waktu, mampirlah sebentar ke pompa bensin untuk sekedar mengisi bensin barang 1 liter. Biarkan tubuh berdiri sebentar untuk antri sambil melakukan peregangan otot. Bila perlu, mampirlah ke toilet di pompa bensin untuk sekedar cuci muka atau buang air kecil.
  5. Jika ketika mengemudi motor tubuh dalam kondisi yang sangat lelah, jangan terlalu memaksakan diri. Beristirahatlah secara berkala setiap 20-30 menit. Jangan sampai Anda mengemudikan motor dengan kondisi pikiran yang tidak fokus akibat terlalu lelah.
  6. Sebagai ’teman’ perjalanan, tak ada salahnya jika Anda mengemudi motor sambil mendengarkan lagu-lagu favorit dari MP3. Setel lagu dengan volume sedang agar Anda masih bisa mendengar bunyi klakson dari kendaraan lain.

Kompas Klasika/ Senin, 23 Juni 2008